JAKARTA, NARADA – Focus Group Discussion ”Optimalisasi Pemanfaatan Gas Untuk Ketahanan Energi Industri (Site Visit Mini FSRU di Pelabuhan Benoa)” dilaksanakan pada tanggal 20–21 November 2025 di Bali. Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pemanfaatan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan bagi sektor industri. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sektor energi, industri, pelabuhan, akademisi, regulator, hingga pelaku usaha untuk berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai strategi optimalisasi pemanfaatan gas bumi sebagai salah satu pilar utama ketahanan energi nasional. Di tengah tantangan global terkait transisi energi, fluktuasi harga energi dunia, serta kebutuhan industri yang terus meningkat, gas bumi dinilai memiliki peran strategis sebagai energi transisi yang lebih bersih, efisien, dan kompetitif.
FGD ini dirancang sebagai forum kolaboratif yang tidak hanya menghadirkan diskusi strategis, tetapi juga memberikan pengalaman langsung melalui kegiatan site visit Mini FSRU (Floating Storage Regasification Unit) di Pelabuhan Benoa. Kunjungan lapangan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai infrastruktur distribusi dan regasifikasi LNG, serta bagaimana teknologi Mini FSRU dapat menjadi solusi inovatif dalam memperkuat pasokan energi bagi kawasan industri dan wilayah kepulauan di Indonesia.
Melalui forum ini, para peserta akan mendapatkan kesempatan untuk mendalami berbagai isu penting, mulai dari kebijakan energi nasional, peluang investasi infrastruktur gas, pengembangan ekosistem LNG, hingga implementasi teknologi yang mendukung efisiensi energi industri. Diskusi juga akan membahas langkah-langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta guna menciptakan sistem energi yang lebih tangguh, kompetitif, dan ramah lingkungan.
Selain menjadi ruang pertukaran gagasan dan pengetahuan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat jejaring kerja sama antarlembaga dan antarindustri dalam mendukung agenda besar transformasi energi nasional. Ketahanan energi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh pihak agar tercipta ekosistem energi yang berkelanjutan dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.
Pemilihan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan turut memberikan nilai strategis tersendiri. Selain dikenal sebagai destinasi internasional, Bali juga terus berkembang sebagai kawasan yang mendukung implementasi energi bersih dan pembangunan berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan di kawasan Pelabuhan Benoa menjadi simbol penting bagaimana sektor maritim, energi, dan industri dapat terintegrasi dalam mendukung visi Indonesia menuju masa depan energi yang lebih hijau dan resilien.
Dengan terselenggaranya Focus Group Discussion ini, diharapkan lahir berbagai rekomendasi strategis dan langkah nyata yang dapat menjadi kontribusi positif bagi penguatan ketahanan energi industri nasional. Melalui pemanfaatan gas bumi yang optimal dan pengembangan infrastruktur energi yang adaptif, Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan energi global sekaligus menciptakan fondasi pembangunan industri yang lebih berkelanjutan, efisien, dan berdaya saing tinggi.
NARADA
“Makes Everything Goes Well”
























Leave a Reply